Kami bukan angkatan yang paling heboh. Tapi juga bukan yang biasa saja.
Kami datang di masa perubahan. Saat jurusan baru muncul, saat nama-nama lama mulai berubah arti. Yang dulu dikenal, perlahan bergeser. Yang baru, mulai mengambil tempatnya.
Di tengah itu semua, kami ada.
Nggak selalu dekat, tapi juga nggak pernah benar-benar jauh.
Nggak sempurna, tapi cukup untuk saling mengerti tanpa banyak kata.
Nggak semua dari kami selalu terlihat.
Nggak semua punya cerita yang diceritakan keras-keras.
Tapi itu bukan berarti kami nggak ada.
"Oh… ternyata memang seperti ini ya."
— yang baru terasa sekarang
Banyak hal terasa biasa saat dijalani.
Tapi sekarang kalau dilihat lagi…
ada yang nggak bisa balik lagi.
Dan mungkin nanti, saat semuanya sudah lewat —
yang tersisa bukan siapa yang paling terlihat,
tapi siapa yang pernah ada.
"Kita pernah berlari di sini karena telat. Dan tertawa setelahnya. Lorong ini jadi saksi ribuan langkah kaki yang tak lagi terdengar."
"Suara kipas yang berputar, coretan papan tulis yang tak pernah habis, dan meja kayu yang jadi saksi bisu diskusi, canda, dan mimpi-mimpi kita."
"Sebagian besar cerita kita lahir di sini. Dindingnya mungkin sudah kusam, tapi kenangannya tetap berwarna."
"Kita datang sebagai angkatan yang sudah setengah selesai, tapi tetap beradaptasi. Di sinilah kita menghabiskan tahun-tahun terakhir."
"Upacara, olahraga, dan apel pagi — langit yang sama menyaksikan kita tumbuh."
5 tempat · 68 cerita · 1 angkatan